November 18, 2015

The labrador dog for blind

"He doesn't have stick with him"

Itulah yang diucapkan Mr. Perrin ketika melihat seorang laki-laki yang buta melintas di jalanan.
"In Australia, there is labrador dog who guides blind" tambahnya lagi.
Percakapan terus mengalir, sayapun bertanya, apakah tuna netra di Australia mendapatkan bantuan dari pemerintah?, lalu beliau menceritakan bagaimana perhatian pemerintah Australia dalam membantu kaum tuna netra di sana.

Di Austalia, ada banyak lembaga-lembaga yang membantu para tunanetra, misalnya Visability, Vision Australia, Guide Dogs, dll. lembaga-lembaga di sana juga dibantu oleh Pemerintahan Australia, dalam hal pendanaan. Tentu saja, para tuna netra tidak begitu mudah menjalani aktivitas mereka. Berbeda dengan orang yang bisa melihat, yang bisa melakukan berbagai macam aktivitas di dalam dan di luar rumah, seperti bekerja, olah raga, dan jalan-jalan. Namun, bebeda halnya dengan tuna netra yang memiliki keterbatasan dalam hal beraktivitas yang dikarenakan gangguan penglihatan. Mereka yang tuna netra tentunya akan mendapatkan kesempatan dan hak yang setara dari pemerintahan, sama halnya dengan mereka yang bisa melihat.

Source; www.summer.hawaii.edu
Di negara-negara barat dan juga Australia, anjing labrador adalah anjing yang digunakan untuk membantu tunanetra beraktivitas, khusunya berjalan-jalan. Anjing ini seperti anjing penuntun. Labrador for blinds, khusus dilatih. Tidak sembarangan anjing yang dijadikan labrador, para pelatih labrador melihat dan menseleksi anjing mana yang akan dijadikan sebagai labrador, melewati beberapa seleksi seperti tubuh yang bagus, sehat, serta kuat, dan juga mempunya sifat ramah, tenang, lembut, tangkas dan juga pandai. Terkadang, penyeleksian juga dilakukan, dengan pengawinan induk anjing yang terpilih, kemudian dari keturunannya dipilih lagi anjing yang terbaik.

Setelah mendapatkan calon labrador, anjing ini dilatih, bagaimana caranya menuntun tuna netra, bagaimana caranya harus tetap tenang jika menghadapi anjing yang menggonggong ke arah labrador ini, bagaimana caranya jika bertemu persimpangan jalan dan juga lampu merah, semua diajarkan hingga si anjing akhirnya menjadi labrador yang terlatih.

Bagi tuna netra yang ingin menjadikan labrador sebagai tongkat penggantinya, harus melakukan pendekatan terlebih dahulu, apabila mereka sudah cocok, makan labrador akan menjadi pemandu/pendamping tuna netra tersebut.

Pasti anjing yang sudah terlatih ini berbeda dengan anjing peliharaan biasa, oleh karena itu harganya juga mahal, satu labrador harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Ada tunanetra yang hanya menggunakan tongkat untuk membantu mereka ketika berjalan, dan ada juga yang mengguanakan labrador sebagai gantinya. Mengingat harga labrador yang mahal jika di uangkan ke dalam Rupiah, di Asutralia harga labrador mungkin termasuk harga standar bagi masyarakat di sana, namun jika ada yang tidak sanggup untuk membayar dengan harga tersebut, lembaga dan pemerintahan siap membantu dan memfasilitasi tunanetra yang kurang mampu.

Mudah-mudahan, negara republik yang kita cintai, Republik Indonesia ini, juga bisa memperhatikan para tunanetra, walaupun bukan dengan cara mendanai labrador, setidaknya para tunanetra bisa diberikan pelatihan, seperti pekerjaan yang mengandalkan tangan, misalnya membuat keranjang dengan menggunakan rotan, menghasilkan karya seni seperti kerajinan tangan, lukisan ataupun musik, menjadi tukang refleksi atau tukang pijat, membaca tulisan braille yang nantinya para tunanetra bisa membaca buku-buku yang menggunakan tulisan braille, dll.